Sinergi antara Pengembang dan Agen Properti

Sinergi antara Pengembang dan Agen Properti

Peran agen properti dalam pemasaran properti dalam pasar primari semakin penting. Pengembang sudah mengakui kebutuhannya atas jasa agen properti. Hampir setiap proyek properti melibatkan marketing dari kantor agen properti dalam pemasarannya. Transaksi oleh agen properti bahkan sudah melampaui transaksi yang dilakukan oleh in-house marketing dari pengembang.

Untuk menciptakan sinergi antara pengembang dan agen properti, pengembang perlu memahami keunggulan dan kekurangan dari agen properti. Manfaatkan keunggulan agen properti dan mengurangi dampak kelemahannya terhadap proyek dari pengembang. Keunggulan agen properti, mereka memiliki database prospek. Tentu dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda setiap agen properti. Dalam hal pengetahuan properti dan ketrampilan menjual properti juga sudah terlatih, walaupun pengalamnnya berbeda-beda.

Agen properti biasanya bekerja secara freelance, hal ini mendorong mereka bekerja keras untuk mendapatkan penjualan sebanyak mungkin. Penghasilan agen properti berdasarkan komisi dari transaksi. Bagi mereka imbalan besaran komisi menentukan semangat menjual. Situasi saat ini pengembang menerapkan kebijakan pembayaran lunak / jangka panjang. Pembayaran yang bertahap menyebabkan komisi cair dalam waktu lama. Dibutuhkan kompensasi lain untuk agen properti, biasanya dalam bentuk “Closing Fee” atau “Bonus Langsung Tunai (BLT)”.

Pengembang bukan hanya mendorong agen properti dengan komisi dan BLT, dibutuhkan dukungan promosi di lapangan, agen properti harus menyakinkan prospeknya bukan hanya tentang produknya tapi juga reputasi dari pengembang proyek. Iklan di koran, banner di billboard dan pameran ikut mendukung pemasaran oleh agen properti.

Proyek dari pengembang bersaing dengan proyek yang lain. Agen properti bebas memilih memberikan fokusnya. Pilihannya pada yang mudah dijual. Pengembang berusaha membantu memberikan kemudahan-kemudahan bagi agen properti dalam menjual produknya. Kemudahan dalam bentuk cara pembayaran yang fleksibel dan bersaing.

Kelemahan dari agen properti yang perlu dipahami oleh pengembang. Walaupun jumlah agen yang datang dalam gathering agen bisa mencapai ratusan, bahkan rekor terakhir di Surabaya sekitar 1.400 orang, tapi tidak semuanya punya potensi yang sama. Ambil saja angka pareto 20:80. Jadi dari 1.000 agen yang hadir kalau ada 200 yang berhasil menjual, berarti sudah cukup baik. Ditinjau dari sisi pengaturan bonus, komisi dan reward lainnya. Dari segi target penjualan tentu berbeda, karena tergantung juga strategi harga dan segmen pasar produk yang dibidik sudah tepat atau belum.

Tidak setiap proyek yang dipasarkan agen properti berhasil dan sukses dalam penjualan. Kesalahan tidak boleh hanya ditujukan pada agen properti. Faktor yang ikut mendukung kesuksesan sebuah proyek sebagian besar ada dalam kewenangan pengembang. Misal, lokasi, jenis proyek (komersial atau residensial), cara pembayaran, segmen pasar yang dibidik.

Dengan memahami keunggulan dan kekurangan agen properti diharapkan terjadi sinergi antara pengembang dan agen properti. Sehingga pemasaran proyek properti mencapai hasil yang optimal.

Yafet Kristanto

Januari 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *