Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User

Surabaya, 20 April 2017

Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User

Pemasaran proyek properti primary selalu menyasar dua target pembeli. Investor dan End User (Pemakai). Bisa dikatakan “Real Demand” adalah end user. Karena investor pada akhirnya juga akan menjual kembali pada user. Suatu saat nanti di pasar sekunder akan terbentuk harga. Investor yang merasa keuntungan sudah cukup akan melepas investasi propertinya. Kapan dan berapa lama waktu tersebut, sangat tergantung pada demand yang sesungguhnya.

Keseimbangan antara Investor dan User di market properti primer harus diperhitungkan dengan cermat. Apalagi untuk proyek yang cukup besar dan merupakan proyek super blok. Investor dan user sering saling menyusul sesuai perkembangan proyek. Pengembang perlu mengatur keseimbangan supaya kenaikan investasi bagi investor tetap menarik. Di lain pihak harga jual masih terjangkau oleh pemakai (user).

Pengembang punya banyak alat penyeimbang (instrumen) dalam mengatur irama pemasaran. Program pemasaran yang tepat, memanfaatkan potensi dari agen properti, cara pembayaran, strategi launching produk, termasuk strategi pemilihan unit. Pertimbangan yang matang sangat dibutuhkan, supaya target penjualan bisa dicapai. Khususnya dalam periode waktu yang ditentukan.

Perhitungan eksternal, adanya pesaing yang “head to head” jenis properti dan tipe produk. Lokasi yang berdekatan dan harga per-unit dari kompetitor akan sangat besar pengaruhnya pada hasil pemasaran. Peran agen properti dapat dimaksimalkan bila target market investor lebih diutamakan. Apalagi dalam waktu yang singkat. Untuk pembeli user (pemakai) yang membutuhkan “follow up” (tindak lanjut) lebih intensif, peran “in house” marketing sangat dibutuhkan. Menggabungkan kemampuan “in house” dan potensi broker adalah keahlian yang perlu dimiliki oleh pengembang.

Memahami dengan baik keuntungan investasi properti, jangka pendek maupun jangka panjang, dibandingkan dengan investasi yang lain. Juga keuntungan user (pemakai) memilih properti yang ditawarkan harus bersaing dibanding produk kompetitor. Mengatur kerjasama dengan agen properti secara lebih spesifik dalam periode waktu yang efektif. Pada kerjasama dengan agen properti perlu dibicarakan secara detail, bahkan memanfaatkan agen peroperti sebagai “inhouse” marketing bila memungkinkan.

Kejelian dalam menentukan keseimbangan target pembeli investor maupun user sangat menentukan hasil pemasaran dari proyek primary. Pada akhirnya berpengaruh pada kelangsungan proyek dan keuntungan dari pengembang. Bila terjadi kesalahan, kesulitan penjualan akan terjadi sebelum proyek terjual dalam jumlah memadai. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali mencapai keseimbangan atau upaya pemasaran yang ekstra keras dan mahal.

Jadi kesimpulannya potensi pembeli investor dan pembeli pemakai (user) perlu di “explor” (digali). Dengan banyak menggunakan strategi yang dibahas diatas. Semoga pengembang, agen properti, investor properti dan user sama-sama diuntungkan.

RUMAH TAMBAK SARI
LT: 384    LB: 375

KOTAMADYA
IDR: 6800000000 -
RUMAH TERATAI
LT: 620    LB: 620

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3625000000 -
RUMAH PERUM PURI WIDYA KENCANA BLOK K
LT: 150    LB: 190

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3000000000 -
RUMAH DSN RANDUAN RT002 RW002 PRSL
LT: 1150    LB: 460

HAK MILIK
IDR: 1500000000 -