15 "Kualitas Pribadi" Agen Properti Profesional.

Surabaya, 8 November 2010

15 "Kualitas Pribadi" Agen Properti Profesional.


1. Karakter.

Citra broker tradisional tidak baik, walaupun tidak semua. Agen property professional dengan kantor dan brand, lebih baik. Peraturan perusahaan dan usaha menjaga brand image membatasi agen property. Di lapangan agen property mudah tergoda keuntungan sesaat, sering nilainya lebih besar dari komisi resmi. Dibutuhkan karakter yang kuat dan etika bisnis untuk menjaga profesionalisme agen property.


2. Excellence.

Standard yang unggul bagi setiap orang berbeda. Ada agen yang bekerja seadanya, ada pula yang melakukan sesuai aturan. Yang istimewa adalah memberikan yang lebih baik dari yang dijanjikan (excellence). Kastemer akan menilai cara kerja dan mempu merasakan.

3. Penuh gairah.

Menjadi seorang agen property harus sebuah pilihan. Mereka yang melakukan secara terpaksa akan cepat kehilangan gairah. Tantangan tidak ringan, dibutuhkan "passion" yang muncul dari kesenangan pada profesi dan bisnis ini.

4. Kesabaran.

Seorang agen properti bekerja dan melayani penjual dan pembeli. Penjual dan pembeli bersikap sangat hati-hati. Transaksi jual atau beli properti sangat bagi mereka. Mungkin sekali seumur hidup atau pengalaman pertama. Perlu kesabaran ekstra menghadapi mereka. Penjual ingin harga jual tinggi. Pembeli maunya harga serendah mungkin.

5. Disiplin diri.

Berhubungan dengan orang lain dibutuhkan disiplin sikap. Hormat dan santun untuk menghadapi kastemer dengan karakter beragam. Sikap yang rasional tapi memperhatikan sisi emosional dari penjual dan pembeli. Disiplin waktu saat janji pertemuan perlu perhitungan jarak tempuh di jalan. Menunggu bagi kastemer tidak menyenangkan.

6. Keuletan.

Kastemer perlu untuk bisa percaya pada agen. Kita harus melalui tahapan hubungan . Kenal menjadi suka, meningkat sanpai percaya pada agen. Setiap tahapan butuh waktu dan usaha. Keuletan agen diuji. Tanpa ketekunan banyak peluang hilang bersama prospek yang kita tinggalkan.

7. Keteguhan pada prinsip.

Agen properti yang berubah-ubah perkataannya akan membingungkan sekaligus mencurigakan. Bekerja untuk komitmen tertulis/ eksklusif listing perlu dipegang teguh. Komisi yang standard harus diperjuangkan. Tidak mudah menyerah. Keteguhan kita akan meyakinkan kastemer. Tanpa keteguhan, kita kehilangan prinsip. Kerjasama seperti itu akan merugikan pelanggan dan agennya.

8. Kerendahan hati.

Agen properti akan bertemu dengan penjual dan pembeli yang tidak tahu harga pasar. Merendahkan keinginan penjual dan pembeli yang tidak realistis akan menyinggung perasaan. Kerendahan hati kita akan membuka wawasan kastemer. Keterbukaan akan muncul, sehingga memudahkan kita memenuhi harapan dan keinginan kastemer.

9. Etika bisnis.

Jasa kita adalah sebuah kerjasama bisnis dengan penjual dan pembeli, juga melibatkan agen yang lain. Etika hubungan pribadi maupun bisnis menjadi acuan. Aturan emasnya " Lakukan pada orang lain seperti Anda ingin diperlakukan".

10. Ucapan terima kasih.

Ucapan terima kasih untuk setiap orang yang telah berhubungan dengan kita. Pada penjual yang bersedia bertemu, walaupun belum berkomitmen. Pada pembeli yang sudah meninjau, tapi belum mau menawar. Pada agen lain yang telah bekerja sama, meskipun belum membuahkan transaksi.

11. Menjaga reputasi.

Jasa agen properti selalu direferensikan, karena itu reputasi sangat penting. Reputasi buruk cepat menyebar. Pelayanan yang sangat memuaskan akan menghasilkan referal bisnis. Menjaga standard layanan yang unggul dan profesional menjadi kewajiban dari setiap anggota team.

12. Optimisme.

Seorang agen mudah menjadi pesimis. Pertemuannya dengan banyak orang dan informasi yang diterima. Hambatan di lapangan yang mendadak. Semua menjadi sumber perasaan negatif dan sikap pesimis. Mulailah memilih dalam hubungan dengan orang lain. Menyaring setiap informasi sesuai keyakinan kita yang positif. Rencanakan kerja kita untuk mengurang dampak hal yang tak terduga. Perbaharui cara pandang kita yang sesuai dengan target kita.

13. Pengembangan diri.

Kebanyakan agen segan untuk belajar hal baru. Selama yang biasa dilakukan masih menghasilkan, lebih nyaman mengulang kebiasaan. Perubahan terjadi, kondisi pasar berubah, persaingan bertambah. Belajar adalah cara terbaik menghadapi perubahan. Tanpa belajar hal yang baru kita jadi tidak peka. Akhirnya akan dikalahkan perubahan.

14. Loyalitas.

Loyalitas agen terhadap perusahaan tempatnya bergabung menentukan kesuksesannya. Pelanggan menilai kita. Pengkhianatan terhadap kantor akan meragukan pelanggan. Agen juga akan merugikan pelanggan. Tidak ada yang suka berhubungan dengan pengkhianat, selain orang yang juga tidak pegang janji.

15. Gunakan akal sehat.

Dalam bisnis sebagai agen properti dibutuhkan kerja keras, semangat juang dan segudang kualitas pribadi, yang dibangun terus. Tidak ada yang instan. Jangan tergoda dengan keuntungan jangka pendek. Jalan pintas sering menjebak. Gunakan akal sehat.


Selamat mencoba.

RUMAH TAMBAK SARI
LT: 384    LB: 375

KOTAMADYA
IDR: 6800000000 -
RUMAH TERATAI
LT: 620    LB: 620

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3625000000 -
RUMAH PERUM PURI WIDYA KENCANA BLOK K
LT: 150    LB: 190

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3000000000 -
RUMAH DSN RANDUAN RT002 RW002 PRSL
LT: 1150    LB: 460

HAK MILIK
IDR: 1500000000 -