Penghambat Utama Orang Sales Untuk Berhasil

Surabaya, 10 Maret 2008

Begitu banyak orang yang telah mencoba mengikuti training sales. Sebagian besar menghadapi hambatan yang sama , yaitu takut melakukan kesalahan. Padahal salah adalah bagian dari proses belajar. Sebagian lagi ingin mempraktekan ketrampilan menjual setelah merasa yakin bisa sempurna.

Menyedihkan memang , gara gara tidak ingin salah dan maunya sempurna, banyak orang sales tidak pernah melakukan semua yang mereka tahu dan yang mereka bisa/mampu. Sia sia saja semua yang telah dipelajarinya.

Pasti sudah , keraguan dan ketakutan itu telah merampas haknya untuk berhasil. Mungkin selamanya mereka ada dalam cengkraman dari obsesinya untuk tampil sempurna.

Semua orang mengalami proses belajar dari masa sekolah, dalam test dan ujian kita tidak pernah dituntut selalu dapat nilai A untuk lulus. Nilai B bahkan C pun sebetulnya kita bisa lulus. Mengapa dalam praktek kehidapan dan dunia kerja kita harus sempurna ? Kenapa mesti takut salah ?

Memang di sekolah kita diukur dengan hasil test supaya kita belajar lebih baik. Dalam praktek orang sales bisa salah dan tidak harus sempurna, karena kesempatan memperbaiki selalu terbuka. Jadi tugas kita melakukan sebaik mungkin dan tidak selalu harus sempurna.

Bila kita menunggu menjadi sempurna , tidak pernah mulai, akhirnya didahului orang yang rela mengulang karena kesalahan yang dilakukan. Peluang dan kesempatan diambil oleh mereka yang mau mengambil resiko .

Dengan melakukan lebih sering kita akan mendapatkan umpan balik, respon ini memberi kita kesempatan untuk melakukan perbaikan. Demikian seterusnya untuk menjadi lebih baik bukan sempurna. Orang yang mengaku telah sempurna ,hampir pasti tidak sempurna. Kesempurnaan adalah sebuah mitos.

Kita tidak harus melakukan dengan benar, kita hanya harus melakukan terus menerus. Semua adalah tahapan dalam belajar. Kita belajar merangkak sebelum berdiri, atau berjalan sebelum bisa berlari. Sebuah proses yang tidak bisa dilewatkan.

Bagi orang sales ,lakukan saja semua yang telah didapatkan dari training. Bahkan untuk menelponpun adalah sebuah ketrampilan yang perlu dipraktekkan terus. Bagi 90 marketing ERA yang selesai training Januari- Pebruari 08, tantangan pertama adalah menelpon 100 FSBO( for sale by owner ) atau pejual tanpa perantara. Dalam waktu seminggu menghubungi 100 orang yang menjual rumah di iklan.

Hasilnya 80% marketing mengeluh tugas yg berat. Rata-2 hanya menelpon 20 FSBO, ada yang sama sekali belum mencoba. Alasan yang diberikan takut salah, merasa grogi , kecewa dan kecil hati karena penolakan. Sebuah gambaran yang jelas dari permahaman yang salah tentang proses belajar , seperti yang diungkapkan tulisan ini.

RUMAH TAMBAK SARI
LT: 384    LB: 375

KOTAMADYA
IDR: 6800000000 -
RUMAH TERATAI
LT: 620    LB: 620

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3625000000 -
RUMAH PERUM PURI WIDYA KENCANA BLOK K
LT: 150    LB: 190

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3000000000 -
RUMAH DSN RANDUAN RT002 RW002 PRSL
LT: 1150    LB: 460

HAK MILIK
IDR: 1500000000 -