7 Kelemahan Agen Properti

Surabaya, 21 Januari 2008

Banyak orang yang telah mengikuti training sebagai agen properti professional. Berapa persen diantara mereka sukses sebagai broker ? Tidak ada angka yang pasti. Hanya sedikit. Kira-kira itu jawaban yang tepat. Mengapa ? Apakah kelemahan mereka yang gagal atau belum berhasil ? Ada 7 kelemahan yang perlu dihapus.

  1. Agen properti gagal memberikan alasan yang tepat dan menarik, agar
      Penjual / pembeli bersedia bertemu dengan agen properti.
    • Penjual / pembeli mengerti pertemuan itu bermanfaat baginya.
    • Penjual memahami resiko pemasaran tanpa agen properti.
    • Pembeli memahami resiko membeli tanpa agen properti.
    • Penjual / pembeli tertarik dengan jasa yang disediakan oleh agen properti.
    • Penjual / pembeli percaya pada keunggulan servis dan manfaat dari agen properti.
  2. Agen properti terlalu cepat mengambil kesimpulan, sehingga
    1. Menganggap penjual tidak serius menjual / membeli rumah.
    2. Penjual / pembeli kurang berminat pada manfaat yang bisa diperoleh dari agen properti.
    3. Penjual / pembeli merasa ditekan dan direndahkan kemampuannya.
    4. Penjual / pembeli tidak tertarik dengan penawaran jasa dari agen properti.
    5. Penjual / pembeli tidak percaya dengan keunggulan jasa dari agen properti.
  3. Agen properti terlalu menekankan pada manfaat dan keuntungan dalam kerjasama penjual / pembeli dengan broker properti. Pendekataan sebaliknya akan lebih menghasil-kan, yaitu menunjukkan resiko dan kerugian dalam pemasaran yang dilakukan sendiri. Demikian pula bila pembeli tidak menggunakan jasa agen properti.
  4. Agen properti terlalu merendahkan diri. Hubungan penjual / pembeli dengan agen properti adalah kerjasama bisnis. Dalam bisnis semua pihak adalah setara. Perlu dicapai kerjasama yang saling menguntungkan. Pemotongan komisi menunjukkan agen properti merendahkan diri dan penjual / pembeli merasa lebih berkuasa. Ini baru salah satu contoh.
  5. Agen properti melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Hal ini terjadi, karena :
    1. Agen properti malas belajar dan berlatih.
    2. Agen properti tidak mendapatkan mentor yang baik dan sukses.
    3. Agen properti yang sukses biasanya egois.
  6. Agen properti punya persepsi yang salah tentang standar komisi. Komisi sering dijadikan taktik untuk mengalahkan pesaing. Bukan kualitas servis dan pengalaman yang digunakan untuk strategi bersaing. Agen properti yang senior dan sukses juga sering sama perilakunya.
  7. Agen properti tidak memiliki system follow up, sistem referal dan sistem layanan purna jual. Referal dari klien dan mantan klien adalah sumber bisnis yang paling menguntungkan bagi agen properti. Tanpa sistem yang baik, hasil yang didapat sangat mengecewakan.
Mampukah kita menghilangkan kelemahan-kelemahan diatas, untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Selamat berjuang.

RUKO KLAMPIS JAYA
LT: 160    LB: 326

HAK MILIK
IDR: 7000000000 -
RUMAH TERATAI
LT: 620    LB: 620

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3625000000 -
RUMAH PERUM PURI WIDYA KENCANA BLOK K
LT: 150    LB: 190

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3000000000 -
RUMAH PAKUWON INDAH GRANADA BLOK PF
LT: 300    LB: 300

PENGIKATAN JUAL BELI
IDR: 185000000 -