Representasi Dari Pembeli Sebagai Buyer Agent

Surabaya, 8 Januari 2008

Pembeli itu bebas. Dia bisa bekerja sama dengan semua broker. Untuk mendapatkan properti yang dicarinya, pembeli akan menghubungi beberapa orang broker. Demi menguji harga penawaran dari penjual atau agen properti, pembeli melakukan pengecekan ke broker yang lain.

Demikian kebiasaan yang dilakukan pembeli atau paling tidak itulah yang dipikirkan oleh agen properti tentang perilaku pembeli. Mengapa pembeli bersikap seperti itu ? Pasti karena dia tidak berani percaya pada penjual atau agennya. Pembeli membutuhkan informasi yang dapat dipercaya.

Pembeli membutuhkan agen properti yang tidak berpihak hanya pada penjual, tapi mewakili kepentingan pembeli, seorang buyer agent. Agen properti yang akan membantu pembeli mencari properti yang diinginkan. Memberikan informasi yang lengkap tentang kondisi pasar properti. Membantu negosiasi untuk kepentingan pembeli.

Kebanyakan broker memang telah mengenal penjual dan mendapat hak pemasaran. Melalui aktifitas pemasaran agen properti mendapat respon dari buyer. Pembeli merasa agen dalam posisi membela kepentingan penjual. Dikalangan broker menganggap pembeli tidak setia dengan agennya.

Bila seorang penjual dapat menunjuk seorang agen properti sebagai brokernya, seorang pembeli pun bisa. Bagi agen properti yang baru, yang sulit bersaing mendapatkan hak pemasaran dari penjual. Ini adalah kesempatan emas, yaitu bekerja untuk pembeli sebagai Buyer Agent.

Banyak penjual properti bersedia memberikan hak eksklusif pemasaran pada seorang agen properti. Pembeli pun harusnya bersedia memberikan hak eksklusif pada agen properti untuk mewakilinya dalam memperoleh properti.

Seorang agen untuk pembeli akan memberikan servis profesional yang dibutuhkan oleh pembeli. Servis-servis tersebut, berupa :

  • Memahami proses jual-beli properti secara lengkap.
  • Mendapatkan informasi tentang pasar properti yang terbaru dan spesifik.
  • Membantu menyeleksi rumah / properti yang sesuai dengan budget.
  • Memberi alternatif pendanaan dan mengenali KPR yang paling ekonomis.
  • Mengatur pelaksanaan transaksi sampai dihadapan notaris / PPAT.
  • Konsultasi tentang peraturan pemerintah, legalitas dan perpajakan.
  • Memperoleh after sales service.

Tantangan bagi agen properti adalah menunjukkan manfaat yang bisa diperoleh oleh pembeli, bila menunjuk seorang agen properti untuk mewakili kepentingannya. Secara umum pembeli merasa tidak membutuhkan agen properti. Walaupun pembeli tidak perlu membayar untuk semua servis dari broker. Agen untuk pembeli mendapatkan komisi dari penjual atau agen properti yang memiliki listing (co-broking).

Bekerjasama dengan pembeli bagi agen properti sangat beresiko, bila tanpa komitmen dari pembeli. agen mudah sekali ditinggalkan dalam transaksi. Komitmen eksklusif adalah yang terbaik bagi agen maupun pembeli. Sanggupkah broker mandapatkan perjanjian eksklusif dengan pembeli, tergantung pada agen properti.

Di Amerika Utara (Amerika Serikat, Kanada), buyer agent sudah sangat dikenal. Broker di Indonesia masih sedikit yang melakukan perjanjian tertulis dengan pembeli. Peluang yang besar masih terbuka untuk agen properti bekerja lebih profesional bagi seorang pembeli properti.

Siapkah kita ?

RUMAH TAMBAK SARI
LT: 384    LB: 375

KOTAMADYA
IDR: 6800000000 -
RUMAH TERATAI
LT: 620    LB: 620

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3625000000 -
RUMAH PERUM PURI WIDYA KENCANA BLOK K
LT: 150    LB: 190

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3000000000 -
RUMAH DSN RANDUAN RT002 RW002 PRSL
LT: 1150    LB: 460

HAK MILIK
IDR: 1500000000 -