Self Talk : Patut Direnungkan Oleh Seorang Agen Properti

Surabaya, 22 Oktober 2007

1. Kita tahu apa yang harus dilakukan oleh seorang agen properti. Hanya kita tidak melakukannya. Atau kita telah melakukan, tapi seberapa baik ?

2. Kita ingin menjadi yang terbaik. Apakah kita telah memberikan yang terbaik pada diri sendiri ? Training dan seminar yang terbaik. Informasi (buku) yang terbaik untuk pengetahuan kita. Investasi terbaik untuk penampilan kita. Kalau kita belum memberi yang terbaik pada diri sendiri, apa mungkin kita memberikan yang terbaik pada orang lain, juga pada pelanggan.

3. Kita ingin membangun hubungan dengan prospek. Apakah kita barharga dihadapan prospek ? Mengapa prospek harus tertarik berhubungan dengan kita ? Apakah kita lebih baik dari pesaing ? Kita lebih sopan, lebih sabar, lebih ahli, lebih banyak informasi, lebih bermanfaat, kita lebih bernilai ?

4. Kita ingin dikenal sebagai agen properti ?

  • Apakah kita telah memasarkan diri sendiri ?
  • Berapa banyak kartu nama yang telah kita bagikan setiap bulan ?
  • Berapa kenalan baru setiap bulan ?
  • Berapa organisasi, klub atau pertemuan bisnis menjadi agenda rutin kita ?
  • Berapa referal bisnis pernah kita berikan pada teman-teman ?
  • Berapa referal bisnis kita dapat dari teman-teman ?
  • Apakah kita lebih suka menelpon dibanding bertemu ? hubungan dengan orang lain dibangun melalui pertemuan. Berapa pertemuan setiap hari kita lakukan ?

5. Kita ingin menjadi pemenang.

  • Apakah kita sering mengeluh ? Kita mendapat penolakan, pembatalan transaksi. Kastemer tidak suka pada agen properti yang suka mengeluh.
  • Apakah kita percaya pada prinsip kerja keras ? Atau kerja santai ?
  • Apakah kita cukup efisien ? Tepat waktu, tepat jadwal atau kita tidak punya jadwal kerja.
  • Apakah kita suka menunda ?

6. kita ingin mendapatkan listing dalam setiap pertemuan dengan prospek penjual.

  • Apakah kita telah melakukan persiapan sebelumnya ?
  • Apakah kita membawa semua informasi yang dibutuhkan seorang prospek ?
  • Apakah kita mengajukan pertanyaan yang tepat ?
  • Apakah pertanyaan kita berbeda dengan pesaing ?
  • Apakah kita memberi value yang lebih baik ?
  • Apakah prospek lebih banyak bertanya dari pada kita ?
  • Apakah kita mengklasifikasi prospek atau prospek yang mengklasifikasi kita ?
  • Apakah kita membuat prospek tertawa ?
  • Apakah kita menceritakan pengalaman yang menarik ?

7. Kita ingin mengubah keberatan prospek.

  • Apakah kita bisa mengidentifikasi resiko bagi penjual berhubungan dengan agen properti ?
  • Apakah kita mengurangi resiko prospek ?
  • Apakah kita mampu mengubah sudut pandang prospek ?
  • Apakah kita terampil menghadapi bermacam-macam keberatan ?
  • Apakah kita mempersiapkan diri menghadapi keberatan dan penolakan ?

8. Kita ingin memberikan servis yang terbaik pada penjual maupun pembeli properti.

  • Apakah kita melakukan semua servis yang telah dijanjikan ?
  • Apakah kita melaporkan usaha pemasaran yang telah dilakukan ?
  • Apakah kita melakukan negosiasi yang win/win dengan penjual dan pembeli ?

RUKO KLAMPIS JAYA
LT: 160    LB: 326

HAK MILIK
IDR: 7000000000 -
RUMAH TERATAI
LT: 620    LB: 620

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3625000000 -
RUMAH PERUM PURI WIDYA KENCANA BLOK K
LT: 150    LB: 190

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3000000000 -
RUMAH PAKUWON INDAH GRANADA BLOK PF
LT: 300    LB: 300

PENGIKATAN JUAL BELI
IDR: 185000000 -