Peluang dan Tantangan Agen Properti

Surabaya, 26 September 2007

Agen properti, profesi yang semakin dikenal dalam masyarakat. Selama booming properti, Th 2003 ? Th 2004, agen properti menjadi profesi yang sangat diminati. Menjual properti begitu mudah, demikian kesannya. Tampaknya dua tahun terakhir fenomena itu telah berakhir.

Walaupun kondisi pasar properti sedang menurun, peluang sukses sebagai agen properti profesional tetap besar. Banyak bukti menunjukkan agen properti tetap mampu meraih penghasilan yang baik. Dilihat dari penampilan agen properti yang semakin meyakinkan. Fasilitas transportasi dan komunikasi yang digunakan. Kantor-kantor agen properti yang modern dan bagus.

Ada beberapa alasan menunjukkan agen properti profesional sebagai profesi yang menjanjikan. Properti adalah kebutuhan primer bagi setiap orang. Pasar properti besar dan luas. Dari jual-beli dan sewa menyewa. Properti untuk kebutuhan pribadi, komersial dan industrial.

Hasil yang besar diperoleh dari transaksi properti, karena nilai transaksinya juga semakin tinggi. Market share Agen properti juga terus bertambah. Pandangan masyarakat terhadap agen properti semakin positif. Situasi pasar yang melemah, menyulitkan orang memasarkan propertinya sendiri.

Pengembang sebagai pemain properti, makin mendekat ke agen properti profesional dengan tujuan memperbesar pasar. Menarik minat pembeli di pasar sekunder. Pelayanan agen properti makin baik. Pengetahuan dan ketrampilan agen properti juga lebih profesional. Pengembang berani memberi komisi yang semakin besar pada agen properti.

Properti sebagai investasi. Dengan situasi pasar properti yang lesu, investor yang berpengalaman justru membeli. Harga properti menjadi murah untuk investasi jangka panjang. Agen properti memainkan peran yang penting untuk mengedukasi investor maupun end-user.

Pekerjaan agen properti sebenarnya melayani kebutuhan yang timbul secara alamiah. Rumah adalah kebutuhan primer bagi semua orang. Bisa beli atau sewa, yang pasti semua orang harus tinggal dalam rumah. Tentu dengan pengetahuan dan keahliannya agen properti akan mengarahkan.

Potensi pasar yang besar. Jumlah agen properti profesional masih terbatas. Kebutuhan dari masyarakat yang ingin menjual, membeli dan menyewa. Investor menginginkan informasi yang cepat. Pengembang berebut pasar. Semua menjadikan agen properti bagai primadona.

Situasi ini sangat menguntungkan agen properti. Kesempatan menjadi agen properti juga terbuka lebar. Semua kantor agen properti dengan nama franchise melakukan perekrutan. Bagaimana memilih yang terbaik ? Perhatikan hal berikut, brand, training, jaringan, produk, servis dan keunggulan fasilitas kantornya. Managemen dan leadership juga penting.

Secara umum agen properti profesional yang sukses kebanyakan adalah wanita. Paling tidak, lebih banyak wanita yang berhasil dibanding agen properti yang pria. Nampaknya, memang dibidang sales beberapa karakter wanita sangat dibutuhkan.

Agen properti memang dituntut seperti sales dibidang yang lain. Lebih persuasif tercermin dari sikap sabar dan empati. Wanita mampu memainkan peran, sehingga tampil lebih menarik. Dalam berkomunikasi juga lebih mengesankan. Kastemer kadang perlu diedukasi, butuh informasi detail. Wanita lebih trampil dalam hal-hal itu. Kelemahan wanita dalam bidang properti adalah dalam pemahaman denah dan mengenal jalan. Secara alamiah pria lebih unggul dalam ketrampilan ruang. Selebihnya wanita lebih baik.

Pertanyaannya, mengapa begitu banyak agen properti gagal ? Kurang berhasil dalam mencetak transaksi. Mentalitas orang sales menjadi penyebab utama. Kemalasan, tidak fokus, ingin hasil yang instan. Keengganan memberikan layanan yang baik. Kurang semangat bersaing dalam pengetahuan properti dan ketrampilan profesional. Mengambil keuntungan yang tidak sah. Mengkhianati kantornya.

Kesalahpahaman juga terjadi terhadap agen properti profesional. Mark-up harga transaksi. Kebiasaan ini merusak image agen properti. Broker tradisional dulunya mendapat pandangan ?miring? itu. Kantor Agen properti yang profesional seharusnya mencegah terjadinya ?mark up?.

Isu negatif terhadap agen properti wanita juga kurang relevan. Baik orang sales maupun bukan bisa terkait dengan kasus perselingkuhan. Anggapan agen properti kerjanya santai dengan hasil besar juga salah besar. Waktu kerja yang seenaknya, tidak punya etika bisnis.

Pendapat diatas menunjukkan pandangan yang salah dari sebagian orang. Agen properti yang profesional punya waktu kerja yang sangat ketat dan panjang. Dalam bekerja sama antar agen properti etika sangat diperlukan. Menjadi agen properti sangat menarik dan menghasilkan. Pengetahuan tentang properti akan terus bertambah. Ketrampilan dibidang sales akan meningkat melalui training. Penghargaan-penghargaan juga menanti Anda. Perjalanan keluar negeri menjadi hiburan. Kebanggaan sebagai sales yang sukses adalah hak Anda. Tunggu apa lagi !

RUMAH TAMBAK SARI
LT: 384    LB: 375

KOTAMADYA
IDR: 6800000000 -
RUMAH TERATAI
LT: 620    LB: 620

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3625000000 -
RUMAH PERUM PURI WIDYA KENCANA BLOK K
LT: 150    LB: 190

HAK GUNA BANGUNAN
IDR: 3000000000 -
RUMAH DSN RANDUAN RT002 RW002 PRSL
LT: 1150    LB: 460

HAK MILIK
IDR: 1500000000 -