Image

Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User

Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User

Pemasaran proyek properti primary selalu menyasar dua target pembeli. Investor dan End User (Pemakai). Bisa dikatakan “Real Demand” adalah end user. Karena investor pada akhirnya juga akan menjual kembali pada user. Suatu saat nanti di pasar sekunder akan terbentuk harga. Investor yang merasa keuntungan sudah cukup akan melepas investasi propertinya. Kapan dan berapa lama waktu tersebut, sangat tergantung pada demand yang sesungguhnya.

Keseimbangan antara Investor dan User di market properti primer harus diperhitungkan dengan cermat. Apalagi untuk proyek yang cukup besar dan merupakan proyek super blok. Investor dan user sering saling menyusul sesuai perkembangan proyek. Pengembang perlu mengatur keseimbangan supaya kenaikan investasi bagi investor tetap menarik. Di lain pihak harga jual masih terjangkau oleh pemakai (user).

Pengembang punya banyak alat penyeimbang (instrumen) dalam mengatur irama pemasaran. Program pemasaran yang tepat, memanfaatkan potensi dari agen properti, cara pembayaran, strategi launching produk, termasuk strategi pemilihan unit. Pertimbangan yang matang sangat dibutuhkan, supaya target penjualan bisa dicapai. Khususnya dalam periode waktu yang ditentukan.

Perhitungan eksternal, adanya pesaing yang “head to head” jenis properti dan tipe produk. Lokasi yang berdekatan dan harga per-unit dari kompetitor akan sangat besar pengaruhnya pada hasil pemasaran. Peran agen properti dapat dimaksimalkan bila target market investor lebih diutamakan. Apalagi dalam waktu yang singkat. Untuk pembeli user (pemakai) yang membutuhkan “follow up” (tindak lanjut) lebih intensif, peran “in house” marketing sangat dibutuhkan. Menggabungkan kemampuan “in house” dan potensi broker adalah keahlian yang perlu dimiliki oleh pengembang.

Memahami dengan baik keuntungan investasi properti, jangka pendek maupun jangka panjang, dibandingkan dengan investasi yang lain. Juga keuntungan user (pemakai) memilih properti yang ditawarkan harus bersaing dibanding produk kompetitor. Mengatur kerjasama dengan agen properti secara lebih spesifik dalam periode waktu yang efektif. Pada kerjasama dengan agen properti perlu dibicarakan secara detail, bahkan memanfaatkan agen peroperti sebagai “inhouse” marketing bila memungkinkan.

Kejelian dalam menentukan keseimbangan target pembeli investor maupun user sangat menentukan hasil pemasaran dari proyek primary. Pada akhirnya berpengaruh pada kelangsungan proyek dan keuntungan dari pengembang. Bila terjadi kesalahan, kesulitan penjualan akan terjadi sebelum proyek terjual dalam jumlah memadai. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali mencapai keseimbangan atau upaya pemasaran yang ekstra keras dan mahal.

Jadi kesimpulannya potensi pembeli investor dan pembeli pemakai (user) perlu di “explor” (digali). Dengan banyak menggunakan strategi yang dibahas diatas. Semoga pengembang, agen properti, investor properti dan user sama-sama diuntungkan.

Artikel lain

Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User


Tarik Ulur Pajak PPh & BPHTB


Harga Pasar Tanah 2016


Kaya Tanpa Bayar Pajak


Amnesti Pajak VS Market Properti


15 Strategi Agen Properti Profesional


Analisa Pasar Properti 15 Tahun Terakhir (2000 - 2015)


The art of motivation


The Art of Negotiation


The 6 Reasons Why Most Training Do Not Work (Long Term) And What To Do Next...


Selling To Tough Customer


Bahasa Tubuh


Berhenti Belajar = Langkah Mundur


7 Kesalahan Besar dari Marketing Associate ERA


7 Pesan Menghindari Stress


15 "Kualitas Pribadi" Agen Properti Profesional.


15 Strategi Agen Properti Profesional


7 Faktor Anda Gagal Dalam Presentasi Listing


7 Alasan Orang Tidak Membuat Goal (Target)


Skrip Prospekting yang Persuasif


Goal Untuk Meraih Sukses 2010


Kewajiban Pajak Agen Properti


15 Pertanyaan Penting Bagi Agen Properti Yang Ingin Menjadi TOP AGENT


Investasi Properti Melalui KPR


Investasi Properti Tanpa MODAL, Membeli Properti TANPA UANG. Apa bisa ?


Menghitung Keuntungan Investasi Properti 25 Tahun Terakhir, Terkait Dengan Peraturan Pajak


Ada Apa Dengan Managemen Waktu Kita?


Kiat Agen Properti Menghadapi Tantangan Bisnis 2009


Tinjauan Pasar Properti Triwulan III 2008 di Surabaya


Keterkaitan Transaksi Properti dan Perpajakan.


Follow Up Calls


MENGHITUNG PAJAK AGEN PROPERTI (FREE LANCE AGENT)


AGEN PROPERTI MENGHADAPI PERUBAHAN " IKLAN DI KORAN KE IKLAN DI INTERNET "


Ringkasan Seminar Pajak


Tinjauan Pasar Properti Triwulan II 2008 Di Surabaya


Agen Properti Yang Segar .... :)


Saatnya Agen Properti Berbagi Peran


Agen Properti Serius dan Agen Properti "GAMPANGAN"


Tinjauan pasar properti triwulan I 2008 di Surabaya


Tips Untuk Keamanan Agen Properti


Penghambat Utama Orang Sales Untuk Berhasil


7 Kelemahan Agen Properti


Mengapa Penjual Harus Memilih Anda


Representasi Dari Pembeli Sebagai Buyer Agent


Self Talk : Patut Direnungkan Oleh Seorang Agen Properti


Peluang dan Tantangan Agen Properti


Profesi Sales, Tantangan dan Peluang Bagi Pencari Kerja di Surabaya


Strategi Sebagai Agen Properti Suatu Daerah


Mengapa Agen Properti Mudah "Dikhianati" Kliennya?


Memahami Keberatan Terhadap Agen Properti


Rahasia Referal


Kiat Agen Properti di Tengah Pasar Properti yang Kurang Bergairah.


Anda Agen yang Membosankan?