Image

Analisa Pasar Properti 15 Tahun Terakhir (2000 - 2015)

Analisa Pasar Properti 15 Tahun Terakhir (2000 - 2015)

I. Siklus Bisnis Properti.

Seperti bisnis yang lain, bisnis properti juga memiliki siklus tertentu. Ada periode waktu properti mengalami masa booming, transaksi meningkat dan harga naik. Ada pula periode stagnan, transaksi menurun dan harga tidak berubah atau cenderung turun.

II. Indikator dalam Pasar Keuangan yang Mempengaruhi Pasar Properti.

Bunga deposito yang tinggi (>5%/thn) menurunkan minat investasi properti. Kenaikan bunga deposito mendorong kenaikan bunga KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Suku bunga bank seringkali digerakkan oleh Bank Indonesia melalui bunga SBI.
Bank Indonesia juga membuat regulasi yang mendorong dan menggerakkan kredit properti. Melalui aturan tentang uang muka, persyaratan kredit properti dan lainnya.

III. Kenaikan Harga Tanah.

Dalam masa booming market kenaikan harga tanah >25% / tahun. Bahkan lokasi yang berkembang fasilitas umum, komersial dan mendapat akses jalan baru harganya bisa naik >25% per-tahun.
Untuk masa stagnan biasanya harga tanah tidak bergerak karena kenaikan selama masa booming ( 3 tahun) sudah sangat tinggi (>100%). Kecenderungan turun bisa terjadi bila situasi ekonomi secara umum juga menurun.

IV. Transaksi di Pasar Sekunder.

Masa booming tidak hanya di pasar sekunder tapi otomatis juga mendorong pasar primer (proyek baru dari pengembang). Kenaikan harga di pasar sekunder tidak terjadi serentak. Daerah yang berkembang dengan baik akan meningkat lebih dahulu. Pengembangan suatu daerah dengan infrastruktur jalan, fasilitas umum dan fasilitas komersial. Permintaan akan meningkat sehingga mendorong harga naik juga.

V. Banyak Proyek Baru dari Pengembang.

Situasi pasar yang meningkat permintaannya, mendorong pengembang memulai proyek baru. Respon pasar yang positif terhadap setiap proyek yang masuk pasar, merangsang lebih banyak lagi proyek. Variasi proyek properti juga makin beragam. Properti residensial, komersial dan industrial semua ikut meramaikan pasar.
Pengembang juga memicu minat investasi properti dengan masa penyerahan proyek jangka panjang. Cara pembayaran yang lunak dan janji pengembalian investasi / return on investment. Semua kembali kepada konsumen dan investor untuk memilih yang terbaik.

VI. Cara Pembayaran dari Pengembang sebagai Indikator.

Pada saat market berubah dari booming ke stagnan pengembang memberikan cara pembayaran yang lunak / longgar. Bahkan bila properti diserah-terimakan dalam rangka waktu lama (>3Th), pembayaran juga boleh diangsur sampai lama.
Bila market stagnan pembayaran pun boleh tanpa uang muka / langsung diangsur jangka panjang. Sebagai kemudahan, uang muka (20%-30%) diangsur selama masa pembangunan, biasanya 24-36 bulan. Sisa pembayaran (70%-80%) dibayar dengan proses KPR setelah proyek selesai.
Cara pembayaran yang lunak dan jangka panjang tujuannya menarik lebih banyak investor. Pada saat market stagnan & investor mundur dari pasar.

Ditulis oleh : Yafet Kristanto

Artikel lain

Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User


Tarik Ulur Pajak PPh & BPHTB


Harga Pasar Tanah 2016


Kaya Tanpa Bayar Pajak


Amnesti Pajak VS Market Properti


15 Strategi Agen Properti Profesional


Analisa Pasar Properti 15 Tahun Terakhir (2000 - 2015)


The art of motivation


The Art of Negotiation


The 6 Reasons Why Most Training Do Not Work (Long Term) And What To Do Next...


Selling To Tough Customer


Bahasa Tubuh


Berhenti Belajar = Langkah Mundur


7 Kesalahan Besar dari Marketing Associate ERA


7 Pesan Menghindari Stress


15 "Kualitas Pribadi" Agen Properti Profesional.


15 Strategi Agen Properti Profesional


7 Faktor Anda Gagal Dalam Presentasi Listing


7 Alasan Orang Tidak Membuat Goal (Target)


Skrip Prospekting yang Persuasif


Goal Untuk Meraih Sukses 2010


Kewajiban Pajak Agen Properti


15 Pertanyaan Penting Bagi Agen Properti Yang Ingin Menjadi TOP AGENT


Investasi Properti Melalui KPR


Investasi Properti Tanpa MODAL, Membeli Properti TANPA UANG. Apa bisa ?


Menghitung Keuntungan Investasi Properti 25 Tahun Terakhir, Terkait Dengan Peraturan Pajak


Ada Apa Dengan Managemen Waktu Kita?


Kiat Agen Properti Menghadapi Tantangan Bisnis 2009


Tinjauan Pasar Properti Triwulan III 2008 di Surabaya


Keterkaitan Transaksi Properti dan Perpajakan.


Follow Up Calls


MENGHITUNG PAJAK AGEN PROPERTI (FREE LANCE AGENT)


AGEN PROPERTI MENGHADAPI PERUBAHAN " IKLAN DI KORAN KE IKLAN DI INTERNET "


Ringkasan Seminar Pajak


Tinjauan Pasar Properti Triwulan II 2008 Di Surabaya


Agen Properti Yang Segar .... :)


Saatnya Agen Properti Berbagi Peran


Agen Properti Serius dan Agen Properti "GAMPANGAN"


Tinjauan pasar properti triwulan I 2008 di Surabaya


Tips Untuk Keamanan Agen Properti


Penghambat Utama Orang Sales Untuk Berhasil


7 Kelemahan Agen Properti


Mengapa Penjual Harus Memilih Anda


Representasi Dari Pembeli Sebagai Buyer Agent


Self Talk : Patut Direnungkan Oleh Seorang Agen Properti


Peluang dan Tantangan Agen Properti


Profesi Sales, Tantangan dan Peluang Bagi Pencari Kerja di Surabaya


Strategi Sebagai Agen Properti Suatu Daerah


Mengapa Agen Properti Mudah "Dikhianati" Kliennya?


Memahami Keberatan Terhadap Agen Properti


Rahasia Referal


Kiat Agen Properti di Tengah Pasar Properti yang Kurang Bergairah.


Anda Agen yang Membosankan?