Image

The 6 Reasons Why Most Training Do Not Work (Long Term) And What To Do Next...

Begitu banyak marketing telah mengikuti training, seberapa besar pengaruh training meningkatkan kemampuannya. Patut diukur untuk menentukan efektifitas dari training. Khusus untuk training yang berkait dengan "Skill", seharusnya bisa berpengaruh pada hasil kerja marketing.
Yang sering terjadi.......
Marketing sangat bersemangat menemukan sesuatu yang baru dalam ruang training. Ketika kembali ke tempat kerjanya marketing melakukan hal yang sama atau mengabaikan "Skill" yang baru.
Mengapa hal ini terjadi terus......

Alasan Pertama:
"People Will Never Consistently Do...Who They Aren't"

Penjelasannya :
Orang cenderung melakukan hal yang sama, yang sudah menjadi "zona nyaman". Cara-cara yang selaras dengan keyakinan dan nilai-nilai dalam dirinya. Tidak mudah mengubahnya dengan hal baru, cara baru yang berbenturan dengan konsepnya yang lama.
Selama training "Skill" yang baru perlu dibicarakan tentang sikap, keyakinan dan nilai-nilai yang salah. Perlu untuk mengubahnya menjadi lebih baik dan manfaat yang diperoleh dari "Skill" yang baru.
Karena :
"People will do consistently who they are"
Perlu dipahami :
Training yang tidak dipraktekkan adalah biaya.
Training yang mampu mengubah praktek di lapangan adalah ... sebuah investasi.

Alasan Kedua:
"Downturn Effect"
Penjelasannya :
Pengalaman menunjukkan seringkali "Skill" yang baru memberikan hasil yang menurun (sementara). Peningkatan terjadi berikutnya, sangat disayangkan sikap marketing yang langsung kembali ke "Skill" yang lama.

Contoh :
Orang yang tidak dilatih secara benar dalam olahraga sering melakukan banyak kesalahan mendasar. Misalnya, cara memegang raket untuk pe-bulu tangkis atau pe-golf dengan stik golfnya. Bila suatu saat diberi kesempatan dilatih oleh pelatih profesional maka pasti dilakukan perbaikan skill dasar tersebut, efeknya pasti cara bermainnya tidak nyaman dan hasil tidak bagus. (sementara)
Contoh lain :
Broker yang bekerja dengan open listing, mendapat training profesional broker untuk mendapat eksklusif listing. Pada awalnya Broker menggunakan "Skill" untuk mendapat eksklusif listing akan mempengaruhi hasil. Tapi bila konsisten pasti "Skill" yang profesional akan menghasilkan.

Alasan Ketiga:
"Practice is Mother of Skill"
Marketing ingin yang "instan". Sayangnya tidak ada cara cepat untuk menguasai "Skill". Tentu beda sekedar "bisa" dan menjadi "mahir".
Pemain bola perlu berlatih setiap hari dalam seminggu, sebelum bertanding hanya "90 menit". Seorang marketing yang setiap hari "bertanding" dengan prospek. Berlatih hanya "90 menit" dalam seminggu. Beda sekali !
Dalam berlatih kita boleh salah, dalam pertandingan, kesalahan harus dibayar mahal.

Alasan Keempat:
" It Takes Time"
Dibutuhkan waktu cukup untuk menguasai "Skill" yang baru sebaik "Skill" yang lama.
Sebuah contoh yang jelas.
Pada saat kita mengganti PC (Personal Computer) dengan Laptop. Berikutnya mengganti Laptop dengan Ipad. Keterampilan kita mengoperasikan peralatan yang baru berubah. Perlu waktu untuk menguasai peralatan yang baru dengan baik.
Berapa kali harus belajar "windows" yang baru? Berapa lama kita menguasai software baru yang lebih canggih? Apakah kita bertahan dengan yang lama? Setiap training dibutuhkan kesungguhan dan penghargaan serta merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan.

Alasan Kelima:
"Forgeting"
Kemampuan manusia mengingat sangat terbatas. Informasi yang di dapat dalam training akan segera hilang dalam waktu cepat. Dalam hitungan jam, 60% akan terlupakan. Dalam satu bulan 80% tidak mampu diingat lagi.

Solusinya!......
Terus-menerus me-review semua materi yang diberikan dalam training dan mempraktekannya. Mereview setiap hari, minggu dan bulan.

Alasan Keenam:
"Motivation an Inside Job!"
Motivasi marketing untuk lebih berprestasi. Keyakinannya, training sangat berpengaruh terhadap prestasi, akan mendorong marketing mempraktekannya "Skill" yang baru.
Dorongan yang besar dipengaruhi kondisi psikologisnya. Ada dua dorongan untuk marketing mau menggunakan "Skill" yang baru.

"Away Motivation and Toward Motivation"
Away Motivation memberi dorongan lebih besar. Manusia termotivasi untuk menghindari "kesusahan" dibanding mengejar "kesenangan". Training yang lebih memotivasi akan mendorong "Away Motivation". Marketing perlu memahami kesulitan yang akan terjadi bila mereka tidak meningkatkan "Skill". Menggunakan "Skill" yang baru.


Yafet Kristanto
Pebruari 2014

Artikel lain

Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User


Tarik Ulur Pajak PPh & BPHTB


Harga Pasar Tanah 2016


Kaya Tanpa Bayar Pajak


Amnesti Pajak VS Market Properti


15 Strategi Agen Properti Profesional


Analisa Pasar Properti 15 Tahun Terakhir (2000 - 2015)


The art of motivation


The Art of Negotiation


The 6 Reasons Why Most Training Do Not Work (Long Term) And What To Do Next...


Selling To Tough Customer


Bahasa Tubuh


Berhenti Belajar = Langkah Mundur


7 Kesalahan Besar dari Marketing Associate ERA


7 Pesan Menghindari Stress


15 "Kualitas Pribadi" Agen Properti Profesional.


15 Strategi Agen Properti Profesional


7 Faktor Anda Gagal Dalam Presentasi Listing


7 Alasan Orang Tidak Membuat Goal (Target)


Skrip Prospekting yang Persuasif


Goal Untuk Meraih Sukses 2010


Kewajiban Pajak Agen Properti


15 Pertanyaan Penting Bagi Agen Properti Yang Ingin Menjadi TOP AGENT


Investasi Properti Melalui KPR


Investasi Properti Tanpa MODAL, Membeli Properti TANPA UANG. Apa bisa ?


Menghitung Keuntungan Investasi Properti 25 Tahun Terakhir, Terkait Dengan Peraturan Pajak


Ada Apa Dengan Managemen Waktu Kita?


Kiat Agen Properti Menghadapi Tantangan Bisnis 2009


Tinjauan Pasar Properti Triwulan III 2008 di Surabaya


Keterkaitan Transaksi Properti dan Perpajakan.


Follow Up Calls


MENGHITUNG PAJAK AGEN PROPERTI (FREE LANCE AGENT)


AGEN PROPERTI MENGHADAPI PERUBAHAN " IKLAN DI KORAN KE IKLAN DI INTERNET "


Ringkasan Seminar Pajak


Tinjauan Pasar Properti Triwulan II 2008 Di Surabaya


Agen Properti Yang Segar .... :)


Saatnya Agen Properti Berbagi Peran


Agen Properti Serius dan Agen Properti "GAMPANGAN"


Tinjauan pasar properti triwulan I 2008 di Surabaya


Tips Untuk Keamanan Agen Properti


Penghambat Utama Orang Sales Untuk Berhasil


7 Kelemahan Agen Properti


Mengapa Penjual Harus Memilih Anda


Representasi Dari Pembeli Sebagai Buyer Agent


Self Talk : Patut Direnungkan Oleh Seorang Agen Properti


Peluang dan Tantangan Agen Properti


Profesi Sales, Tantangan dan Peluang Bagi Pencari Kerja di Surabaya


Strategi Sebagai Agen Properti Suatu Daerah


Mengapa Agen Properti Mudah "Dikhianati" Kliennya?


Memahami Keberatan Terhadap Agen Properti


Rahasia Referal


Kiat Agen Properti di Tengah Pasar Properti yang Kurang Bergairah.


Anda Agen yang Membosankan?