Image

15 Strategi Agen Properti Profesional


1. Memperhitungkan detail.

Perhatikan hal2 yang penting bagi pelanggan. Agen property harus tahu tentang alas an penjual menjual rumahnya. Waktu terjual yang diinginkan. Harga jual minimal. Waktu pengosongan yang diminta. Tempat tinggal setelah terjual.
Untuk pembali perlu diketahui, lokasi yang disukai, luas bangunan dan jumlah kamar yang dibutuhkan. Arah hadap bangunan, dan budget. Lebar kavling, lebar jalan, bentuk kavling. Style bangunan, tata ruang, ukuran kamar dan lainnya.
Bila kita sudah memahami hal penting diatas, perhatikan hal kecil terkait dengan hal diatas.


2. Komitmen untuk pelanggan.

Kalau kita dating ke dokter tentu berharap sembuh. Seorang penjual bekerjasama dengan agen property pasti berharap rumahnya terjual. Komitman adalah janji. Janji servis yang diberikan juga komitman. Sebaliknya kita minta komitmen dari penjual. Agen property dapat bekerja secara professional bila penjual memberika perjanjian pemasaran secara eksklusif.
Seperti penjual, bagi pembeli agen property juga memberikan jasa dan servis. Konsultasi tentang market dan peraturan jual-beli. Peninjauan dan pengenalan lokasi. Prosedur transaksi yang aman. Pembeli juga diminta memberikan komitmen pada agennya.


3. Fokus untuk kepentingan pelanggan.

Penjual ingin rumahnya cepat terjual dengan harga terbaik. Agen property juga ingin rumah yang dipasarkan cepat laku. Penjual perlu tahu adanya persaingan dengan rumah lain yang dijual. Untuk kepentingan penjual agen property akan menyampaikan informasi yang terbaru dan transparan tentang harga yang terjadi dalam pasar.

4. Konsisten dengan standart kerja.

Pelanggan yang baik dan berkomitmen membayar standard komisi. Tapi ada prospek yang minta komisi lebih rendah. Agen properti harus menolak permintaan tersebut. Tidak melayani prospek yang tidak memberi perjanjian tertulis adalah bentuk konsistensi, sehingga tidak merugikan pelanggan yang baik.

5. Keberanian menolak dan ditolak.

Agen properti harus berani minta komitmen dari penjual maupun pembeli. Tanpa komitmen tertulis kita bekerja secara tradisional. Penolakan prospek adalah tantangan bagi kita untuk menunjukkan keuntungan perjanjian dengan agen properti. Kerjasama tanpa komitmen harus ditolak. Keberanian menolak menunjukan agen bekerja secara profesional.

6. Memiliki kualitas servis yang terbaik.

Kastemer membayar agen untuk "value" yang diperoleh. Value didapat melalui servis . Komisi agen mencerminkan kualitas servisnya. Bila kastemer menawar komisi artinya servis yang sama bias diperoleh dari agen lain dengan komisi lebih rendah. Kita selalu dibandingkan dengan pesaing. Apakah kita sudah lebih baik ?

7. Teamwork.

Didalam pemasaran property kerjasama dengan agen lain akan mempercapat terjadinya transaksi. Calon pembeli dari agen yang lain akan bersaing dengan calon pembeli kita. Penawaran terbaik akan diperoleh dari adanya persaingan. Penjual akan sangat dirugikan bila kerjasama team tidak terjadi.

8. Bekerja dengan terencana.

Kastemer membutuhkan professional yang mampu merencanakan kegiatan pemasaran yang terukur dan bertanggungjawab. Pelanggan berhak memberkan penilaian secara periodic. Hasil kerja kita akan menentukan kita patut dipertahankan atau diberhentikan.

9. Etika profesi.

Profesi apapun mempunyai standard etika. Agen property juga berpegang pada etika bisnis yang berlaku umum. Tidak merugikan penjual, pembeli dan agen property lain. Persaingan sehat, keterbukaan informasi. Transparansi dalam negosiasi. Penjual dan pembeli tidak menginginkan adanya " mark up" harga.

10. Networking antar agen property.

Kerjasama antar agen dapat dilakukan melalui penyebaran informasi listing eksklusif. Perubahan di update melalui sms. Penyebaran foto properti melalui email dan internet. Peningkatan kerjasama antar broker akan menguntungkan penjual maupun pembeli.

11. Kecepatan mencerminkan ketrampilan.

Setiap aktivitas pemasaran harus dilakukan dengan cepat. Kecepatan akan memenangkan persaingan. Kastemer menghargai cara kerja yang cepat dan cekatan. Kecepatan menunjukkan ketrampilan agen properti dalam melakukan tugasnya.

12. Target yang terukur.

Penjual perlu tahu apa yang dilakukan agen properti selam waktu pemasaran yang diberikan. Bila target terjual tidak tercapai. Ukuran hasil pemasaran adalah respon yang diterima. Kemudian dievaluasi dan ditentuka target berikutnya.

13. Inovasi pemasaran.

Bila semua program pemasaran telah dilakukantidak menghasilkan transaksi. Agen properti harus memberikan solusi yang inovatif. Sebagai strategi pemasaran selanjutnya. Penurunan harga terus menerus bukan strategi yang baik. Setiap properti harus dilakukan program pemasaran yang berbeda. Menjual rumah sederhana berbeda caranya dengan menjual rumah menengah. Apalagi strategi untuk rumah mewah. Demikian juga program pemasaran properti komersial berbeda dengan properti industrial. Harus inovatif.

14. Belajar hal baru.

Belajar adalah jawaban terhadap perubahan. Market berubah, kastemer berubah. Agen property harus mengantisipasi setiap perubahan. Belajar setiap hal yang berhubungan dengan bisnis property, tren pemasaran, tren gaya hidup, bahan bangunan dan perubahan lainnya.

15. Setiap kastemer penting.

Setiap kastemer penting tapi berikan kastemer perhatian yang berbeda. Ada kastemer dengan kebutuhan menjual atau membeli kurang mendesak, segera dan ada yang sangat mendesak. Prioritaskan kastemer sesuai tingkat keterdesakannya.

Selamat mencoba.


Artikel lain

Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User


Tarik Ulur Pajak PPh & BPHTB


Harga Pasar Tanah 2016


Kaya Tanpa Bayar Pajak


Amnesti Pajak VS Market Properti


15 Strategi Agen Properti Profesional


Analisa Pasar Properti 15 Tahun Terakhir (2000 - 2015)


The art of motivation


The Art of Negotiation


The 6 Reasons Why Most Training Do Not Work (Long Term) And What To Do Next...


Selling To Tough Customer


Bahasa Tubuh


Berhenti Belajar = Langkah Mundur


7 Kesalahan Besar dari Marketing Associate ERA


7 Pesan Menghindari Stress


15 "Kualitas Pribadi" Agen Properti Profesional.


15 Strategi Agen Properti Profesional


7 Faktor Anda Gagal Dalam Presentasi Listing


7 Alasan Orang Tidak Membuat Goal (Target)


Skrip Prospekting yang Persuasif


Goal Untuk Meraih Sukses 2010


Kewajiban Pajak Agen Properti


15 Pertanyaan Penting Bagi Agen Properti Yang Ingin Menjadi TOP AGENT


Investasi Properti Melalui KPR


Investasi Properti Tanpa MODAL, Membeli Properti TANPA UANG. Apa bisa ?


Menghitung Keuntungan Investasi Properti 25 Tahun Terakhir, Terkait Dengan Peraturan Pajak


Ada Apa Dengan Managemen Waktu Kita?


Kiat Agen Properti Menghadapi Tantangan Bisnis 2009


Tinjauan Pasar Properti Triwulan III 2008 di Surabaya


Keterkaitan Transaksi Properti dan Perpajakan.


Follow Up Calls


MENGHITUNG PAJAK AGEN PROPERTI (FREE LANCE AGENT)


AGEN PROPERTI MENGHADAPI PERUBAHAN " IKLAN DI KORAN KE IKLAN DI INTERNET "


Ringkasan Seminar Pajak


Tinjauan Pasar Properti Triwulan II 2008 Di Surabaya


Agen Properti Yang Segar .... :)


Saatnya Agen Properti Berbagi Peran


Agen Properti Serius dan Agen Properti "GAMPANGAN"


Tinjauan pasar properti triwulan I 2008 di Surabaya


Tips Untuk Keamanan Agen Properti


Penghambat Utama Orang Sales Untuk Berhasil


7 Kelemahan Agen Properti


Mengapa Penjual Harus Memilih Anda


Representasi Dari Pembeli Sebagai Buyer Agent


Self Talk : Patut Direnungkan Oleh Seorang Agen Properti


Peluang dan Tantangan Agen Properti


Profesi Sales, Tantangan dan Peluang Bagi Pencari Kerja di Surabaya


Strategi Sebagai Agen Properti Suatu Daerah


Mengapa Agen Properti Mudah "Dikhianati" Kliennya?


Memahami Keberatan Terhadap Agen Properti


Rahasia Referal


Kiat Agen Properti di Tengah Pasar Properti yang Kurang Bergairah.


Anda Agen yang Membosankan?