Image

AGEN PROPERTI MENGHADAPI PERUBAHAN " IKLAN DI KORAN KE IKLAN DI INTERNET "

Sebelum tahun 90an orang percaya cara menjual properti dengan memasang iklan di koran cara yang diangap efektif untuk mendapatkan respon pembeli. Koran yang dipilih yang paling banyak dibaca atau yang iklannya banyak dibaca calon pembeli.

Setelah itu Broker properti profesional yang biasa disebut dengan agen properti memberi pilihan berbeda bagi pembeli. Informasi properti yang dimiliki agen properti sangat banyak dan telah diolah sesuai permintaan pembeli. Pembeli properti tidak perlu mencari informasi dari koran hari ke hari, minggu ke minggu, bahkan berbulan-bulan. Agen properti telah merangkum data properti dalam "pasar" menjadi "informasi" yang mudah dipilih dan lengkap.

Saat ini iklan Koran menjadi semakin tidak efektif untuk menjaring respon pembeli. Agen properti justru yang mendominasi respon, penjual perorangan yang memasang iklan. Hampir 90% respon iklan datang dari agen properti.

Perkembangan ini, meningkatkan peran agen properti dalam memasarkan properti. Bagi pembeli kemudahan mendapat informasi properti yang lebih akurat dan lengkap. Servis yang diberikan oleh agen properti, berupa konsultasi, pemahaman terhadap lokasi, sangat membantu seorang pembeli mengambil keputusan penting dalam hidupnya, yaitu membeli properti. Sehingga semakin banyak pembeli menggunakan jasa agen properti untuk membeli properti.

Bagi penjual properti, memasang iklan dikoran bukan pilihan yang bijaksana lagi. Selain respon dari pembeli semakin sedikit, justru agen properti yang menghubungi. Penggunaan tanda dijual didepan rumah yang dijual, juga sebuah resiko bagi penjual. Bila rumah masih dihuni, mengundang penjahat yang berkedok sebagai pembeli untuk menyatroni rumah. Bagi properti yang kosong "tanda dijual" dilokasi banyak mendpat telpon yang sekedar bertanya harga dan yang lain tanpa kelanjutan. Permintaan meninjau lokasi pun sering hanya jebakan atau janji kosong. Menggunakan jasa agen properti adalah solusi yang paling tepat bagi penjual properti.

Bukan hanya agen properti yang mengurangi peran iklan properti di koran dalam pemasaran properti. Format iklan properti di koran cetakannya semakin kecil. Sangat tidak memadai untuk pembeli properti yang rata-rata sudah "mata tua" (berkacamata Plus). Harga properti yang semakin mahal juga tidak cocok hanya diinformasikan iklan baris yang hanya mencantumkan beberapa data saja. Pembeli properti dengan harga lebih dari satu miliar, membutuhkan layanan yang lebih baik, melalui agen properti.

Untuk penjual, iklan properti di koran segera akan beralih ke internet, melalui website properti. Agen properti harus siap menyambut era internet dalam pemasaran properti. Pembeli akan lebih bisa menikmati pencarian informasi properti melalui internet. Penyajian informasinya bisa sangat menarik dengan foto-foto rumah dan data-data yang lengkap. Di Jakarta sudah ada website yang berisi cukup banyak informasi properti yang dipasarkan agen properti. Di Surabaya belum nampak website yang mendominasi informasi dari agen properti.

Dalam tiga sampai lima tahun kedepan, iklan properti di internet akan mengalahkan peran iklan properti di koran bukan hanya di Jakarta, juga dikota-kota besar di Indonesia. Bagaimana agen properti memanfaatkan tren internet bagi bisnisnya ? Siapkah Anda ?

Beberapa website yang berisi informasi properti yang cukup banyak (lebih dari 1000 properti) adalah www.rumah123.com, www.eraindonesia.com, www.propertiguide.com. Silahkan dicoba.


Yafet Kristanto
September 2008

Artikel lain

Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User


Tarik Ulur Pajak PPh & BPHTB


Harga Pasar Tanah 2016


Kaya Tanpa Bayar Pajak


Amnesti Pajak VS Market Properti


15 Strategi Agen Properti Profesional


Analisa Pasar Properti 15 Tahun Terakhir (2000 - 2015)


The art of motivation


The Art of Negotiation


The 6 Reasons Why Most Training Do Not Work (Long Term) And What To Do Next...


Selling To Tough Customer


Bahasa Tubuh


Berhenti Belajar = Langkah Mundur


7 Kesalahan Besar dari Marketing Associate ERA


7 Pesan Menghindari Stress


15 "Kualitas Pribadi" Agen Properti Profesional.


15 Strategi Agen Properti Profesional


7 Faktor Anda Gagal Dalam Presentasi Listing


7 Alasan Orang Tidak Membuat Goal (Target)


Skrip Prospekting yang Persuasif


Goal Untuk Meraih Sukses 2010


Kewajiban Pajak Agen Properti


15 Pertanyaan Penting Bagi Agen Properti Yang Ingin Menjadi TOP AGENT


Investasi Properti Melalui KPR


Investasi Properti Tanpa MODAL, Membeli Properti TANPA UANG. Apa bisa ?


Menghitung Keuntungan Investasi Properti 25 Tahun Terakhir, Terkait Dengan Peraturan Pajak


Ada Apa Dengan Managemen Waktu Kita?


Kiat Agen Properti Menghadapi Tantangan Bisnis 2009


Tinjauan Pasar Properti Triwulan III 2008 di Surabaya


Keterkaitan Transaksi Properti dan Perpajakan.


Follow Up Calls


MENGHITUNG PAJAK AGEN PROPERTI (FREE LANCE AGENT)


AGEN PROPERTI MENGHADAPI PERUBAHAN " IKLAN DI KORAN KE IKLAN DI INTERNET "


Ringkasan Seminar Pajak


Tinjauan Pasar Properti Triwulan II 2008 Di Surabaya


Agen Properti Yang Segar .... :)


Saatnya Agen Properti Berbagi Peran


Agen Properti Serius dan Agen Properti "GAMPANGAN"


Tinjauan pasar properti triwulan I 2008 di Surabaya


Tips Untuk Keamanan Agen Properti


Penghambat Utama Orang Sales Untuk Berhasil


7 Kelemahan Agen Properti


Mengapa Penjual Harus Memilih Anda


Representasi Dari Pembeli Sebagai Buyer Agent


Self Talk : Patut Direnungkan Oleh Seorang Agen Properti


Peluang dan Tantangan Agen Properti


Profesi Sales, Tantangan dan Peluang Bagi Pencari Kerja di Surabaya


Strategi Sebagai Agen Properti Suatu Daerah


Mengapa Agen Properti Mudah "Dikhianati" Kliennya?


Memahami Keberatan Terhadap Agen Properti


Rahasia Referal


Kiat Agen Properti di Tengah Pasar Properti yang Kurang Bergairah.


Anda Agen yang Membosankan?