Image

Ringkasan Seminar Pajak

RINGKASAN SEMINAR PAJAK YANG DIADAKAN AREBI JATIM
RABU, 18 JUNI 2008
"SUNSET POLICY" DAN PENERAPANNYA
PADA PELAKU BISNIS PROPERTI DAN AGEN PROPERTI


Pengertian "Sunset Policy" adalah kesempatan yang diberikan oleh pihak pajak kepada setiap orang yang belum melaporkan "assetnya" secara lengkap dalam SPT. Bagi yang belum memiliki NPWP dapat segera mendapatkan NPWP dan melaporkan SPT tahun 2007 dan sebelumnya.

"Asset" tersebut terutama adalah kepemilikan properti (rumah, tanah, ruko, dll). Kepemilikan asset akan diketahui oleh pihak pajak melalui tagihan PBB (SPPT - Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang PBB). Kantor PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) sudah tergabung dalam Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sejak akhir 2007.

Bagi wajib pajak yang memiliki properti dapat memperbaiki SPTnya disesuaikan dengan waktu perolehan dari propertinya. Resiko tidak melakukan perbaikan SPT dan melaporkan propertinya dalam SPT adalah pembayaran kewajiban pajak ditambah denda dan bunga.

Bila perbaikan SPT dilakukan dalam masa berlakunya "sunset policy" maka wajib pajak cukup membayar kewajiban pajaknya, tanpa denda dan bunga.

Bagi agen properti setiap komisi yang dibayar oleh kantornya, agen dipotong 5% PPh 21 atas komisi. Potongan tersebut adalah pajak dibayar dimuka bagi agen properti. Setiap akhir tahun buku, agen properti dapat memperhitungkan PPh 21, dalam laporan SPTnya.

Agen properti dapat menggunakan angka norma perhitungan dalam menghitung pajaknya. Norma yang berlaku dapat dilihat dari tabel norma perhitungan yang dikeluarkan oleh puhak pajak.

Menurut tabel tersebut, norma yang berlaku untuk agen properti adalah norma 182, kode 00000, pedagang perantara / komisioner, dengan nilai 40%.
Contoh perhitungannya sebagai berikut :

1) Komisi MA Rp. 200.000.000,- / th K/2 (Kawin dengan 2 anak).
PPh ps 21 Rp. 10.000.000,-
Norma perhitungan 40%
Penghasilan kena pajak Rp. 200.000.000,- x 40% = Rp. 80.000.000,-
PTKP = Rp. 16.800.000,-

PKP = Rp. 63.200.000,-
Pajak :
25 x 5% = 1.250.000
25 x 10% = 2.500.000
13,2 x 15% = 1.980.000

5.730.000
PPh ps 21 10.000.000

Lebih bayar 4.270.000

2) Komisi MA Rp. 500.000.000,- / th K/3 (Kawin dengan 3 anak)
PPh ps 21 Rp. 15.000.000,- + Rp. 20.000.000,- = Rp. 35.000.000,-
Norma perhitungan 40%
Penghasilan kena pajak Rp. 500.000.000,- x 40% = Rp. 200.000.000,-
PTKP = Rp. 18.000.000,-

PKP = Rp. 182.000.000,-
Pajak :
25 x 5% = 1.250.000
25 x 10% = 2.500.000
50 x 15% = 7.500.000
82 x 25% = 20.500.000

31.750.000
PPh ps 21 35.000.000

Lebih bayar 3.250.000


Yafet Kristanto
Agustus 2008

Artikel lain

Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User


Tarik Ulur Pajak PPh & BPHTB


Harga Pasar Tanah 2016


Kaya Tanpa Bayar Pajak


Amnesti Pajak VS Market Properti


15 Strategi Agen Properti Profesional


Analisa Pasar Properti 15 Tahun Terakhir (2000 - 2015)


The art of motivation


The Art of Negotiation


The 6 Reasons Why Most Training Do Not Work (Long Term) And What To Do Next...


Selling To Tough Customer


Bahasa Tubuh


Berhenti Belajar = Langkah Mundur


7 Kesalahan Besar dari Marketing Associate ERA


7 Pesan Menghindari Stress


15 "Kualitas Pribadi" Agen Properti Profesional.


15 Strategi Agen Properti Profesional


7 Faktor Anda Gagal Dalam Presentasi Listing


7 Alasan Orang Tidak Membuat Goal (Target)


Skrip Prospekting yang Persuasif


Goal Untuk Meraih Sukses 2010


Kewajiban Pajak Agen Properti


15 Pertanyaan Penting Bagi Agen Properti Yang Ingin Menjadi TOP AGENT


Investasi Properti Melalui KPR


Investasi Properti Tanpa MODAL, Membeli Properti TANPA UANG. Apa bisa ?


Menghitung Keuntungan Investasi Properti 25 Tahun Terakhir, Terkait Dengan Peraturan Pajak


Ada Apa Dengan Managemen Waktu Kita?


Kiat Agen Properti Menghadapi Tantangan Bisnis 2009


Tinjauan Pasar Properti Triwulan III 2008 di Surabaya


Keterkaitan Transaksi Properti dan Perpajakan.


Follow Up Calls


MENGHITUNG PAJAK AGEN PROPERTI (FREE LANCE AGENT)


AGEN PROPERTI MENGHADAPI PERUBAHAN " IKLAN DI KORAN KE IKLAN DI INTERNET "


Ringkasan Seminar Pajak


Tinjauan Pasar Properti Triwulan II 2008 Di Surabaya


Agen Properti Yang Segar .... :)


Saatnya Agen Properti Berbagi Peran


Agen Properti Serius dan Agen Properti "GAMPANGAN"


Tinjauan pasar properti triwulan I 2008 di Surabaya


Tips Untuk Keamanan Agen Properti


Penghambat Utama Orang Sales Untuk Berhasil


7 Kelemahan Agen Properti


Mengapa Penjual Harus Memilih Anda


Representasi Dari Pembeli Sebagai Buyer Agent


Self Talk : Patut Direnungkan Oleh Seorang Agen Properti


Peluang dan Tantangan Agen Properti


Profesi Sales, Tantangan dan Peluang Bagi Pencari Kerja di Surabaya


Strategi Sebagai Agen Properti Suatu Daerah


Mengapa Agen Properti Mudah "Dikhianati" Kliennya?


Memahami Keberatan Terhadap Agen Properti


Rahasia Referal


Kiat Agen Properti di Tengah Pasar Properti yang Kurang Bergairah.


Anda Agen yang Membosankan?