Image

Representasi Dari Pembeli Sebagai Buyer Agent

Pembeli itu bebas. Dia bisa bekerja sama dengan semua broker. Untuk mendapatkan properti yang dicarinya, pembeli akan menghubungi beberapa orang broker. Demi menguji harga penawaran dari penjual atau agen properti, pembeli melakukan pengecekan ke broker yang lain.

Demikian kebiasaan yang dilakukan pembeli atau paling tidak itulah yang dipikirkan oleh agen properti tentang perilaku pembeli. Mengapa pembeli bersikap seperti itu ? Pasti karena dia tidak berani percaya pada penjual atau agennya. Pembeli membutuhkan informasi yang dapat dipercaya.

Pembeli membutuhkan agen properti yang tidak berpihak hanya pada penjual, tapi mewakili kepentingan pembeli, seorang buyer agent. Agen properti yang akan membantu pembeli mencari properti yang diinginkan. Memberikan informasi yang lengkap tentang kondisi pasar properti. Membantu negosiasi untuk kepentingan pembeli.

Kebanyakan broker memang telah mengenal penjual dan mendapat hak pemasaran. Melalui aktifitas pemasaran agen properti mendapat respon dari buyer. Pembeli merasa agen dalam posisi membela kepentingan penjual. Dikalangan broker menganggap pembeli tidak setia dengan agennya.

Bila seorang penjual dapat menunjuk seorang agen properti sebagai brokernya, seorang pembeli pun bisa. Bagi agen properti yang baru, yang sulit bersaing mendapatkan hak pemasaran dari penjual. Ini adalah kesempatan emas, yaitu bekerja untuk pembeli sebagai Buyer Agent.

Banyak penjual properti bersedia memberikan hak eksklusif pemasaran pada seorang agen properti. Pembeli pun harusnya bersedia memberikan hak eksklusif pada agen properti untuk mewakilinya dalam memperoleh properti.

Seorang agen untuk pembeli akan memberikan servis profesional yang dibutuhkan oleh pembeli. Servis-servis tersebut, berupa :

  • Memahami proses jual-beli properti secara lengkap.
  • Mendapatkan informasi tentang pasar properti yang terbaru dan spesifik.
  • Membantu menyeleksi rumah / properti yang sesuai dengan budget.
  • Memberi alternatif pendanaan dan mengenali KPR yang paling ekonomis.
  • Mengatur pelaksanaan transaksi sampai dihadapan notaris / PPAT.
  • Konsultasi tentang peraturan pemerintah, legalitas dan perpajakan.
  • Memperoleh after sales service.

Tantangan bagi agen properti adalah menunjukkan manfaat yang bisa diperoleh oleh pembeli, bila menunjuk seorang agen properti untuk mewakili kepentingannya. Secara umum pembeli merasa tidak membutuhkan agen properti. Walaupun pembeli tidak perlu membayar untuk semua servis dari broker. Agen untuk pembeli mendapatkan komisi dari penjual atau agen properti yang memiliki listing (co-broking).

Bekerjasama dengan pembeli bagi agen properti sangat beresiko, bila tanpa komitmen dari pembeli. agen mudah sekali ditinggalkan dalam transaksi. Komitmen eksklusif adalah yang terbaik bagi agen maupun pembeli. Sanggupkah broker mandapatkan perjanjian eksklusif dengan pembeli, tergantung pada agen properti.

Di Amerika Utara (Amerika Serikat, Kanada), buyer agent sudah sangat dikenal. Broker di Indonesia masih sedikit yang melakukan perjanjian tertulis dengan pembeli. Peluang yang besar masih terbuka untuk agen properti bekerja lebih profesional bagi seorang pembeli properti.

Siapkah kita ?

Artikel lain

Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User


Tarik Ulur Pajak PPh & BPHTB


Harga Pasar Tanah 2016


Kaya Tanpa Bayar Pajak


Amnesti Pajak VS Market Properti


15 Strategi Agen Properti Profesional


Analisa Pasar Properti 15 Tahun Terakhir (2000 - 2015)


The art of motivation


The Art of Negotiation


The 6 Reasons Why Most Training Do Not Work (Long Term) And What To Do Next...


Selling To Tough Customer


Bahasa Tubuh


Berhenti Belajar = Langkah Mundur


7 Kesalahan Besar dari Marketing Associate ERA


7 Pesan Menghindari Stress


15 "Kualitas Pribadi" Agen Properti Profesional.


15 Strategi Agen Properti Profesional


7 Faktor Anda Gagal Dalam Presentasi Listing


7 Alasan Orang Tidak Membuat Goal (Target)


Skrip Prospekting yang Persuasif


Goal Untuk Meraih Sukses 2010


Kewajiban Pajak Agen Properti


15 Pertanyaan Penting Bagi Agen Properti Yang Ingin Menjadi TOP AGENT


Investasi Properti Melalui KPR


Investasi Properti Tanpa MODAL, Membeli Properti TANPA UANG. Apa bisa ?


Menghitung Keuntungan Investasi Properti 25 Tahun Terakhir, Terkait Dengan Peraturan Pajak


Ada Apa Dengan Managemen Waktu Kita?


Kiat Agen Properti Menghadapi Tantangan Bisnis 2009


Tinjauan Pasar Properti Triwulan III 2008 di Surabaya


Keterkaitan Transaksi Properti dan Perpajakan.


Follow Up Calls


MENGHITUNG PAJAK AGEN PROPERTI (FREE LANCE AGENT)


AGEN PROPERTI MENGHADAPI PERUBAHAN " IKLAN DI KORAN KE IKLAN DI INTERNET "


Ringkasan Seminar Pajak


Tinjauan Pasar Properti Triwulan II 2008 Di Surabaya


Agen Properti Yang Segar .... :)


Saatnya Agen Properti Berbagi Peran


Agen Properti Serius dan Agen Properti "GAMPANGAN"


Tinjauan pasar properti triwulan I 2008 di Surabaya


Tips Untuk Keamanan Agen Properti


Penghambat Utama Orang Sales Untuk Berhasil


7 Kelemahan Agen Properti


Mengapa Penjual Harus Memilih Anda


Representasi Dari Pembeli Sebagai Buyer Agent


Self Talk : Patut Direnungkan Oleh Seorang Agen Properti


Peluang dan Tantangan Agen Properti


Profesi Sales, Tantangan dan Peluang Bagi Pencari Kerja di Surabaya


Strategi Sebagai Agen Properti Suatu Daerah


Mengapa Agen Properti Mudah "Dikhianati" Kliennya?


Memahami Keberatan Terhadap Agen Properti


Rahasia Referal


Kiat Agen Properti di Tengah Pasar Properti yang Kurang Bergairah.


Anda Agen yang Membosankan?