Image

Peluang dan Tantangan Agen Properti

Agen properti, profesi yang semakin dikenal dalam masyarakat. Selama booming properti, Th 2003 ? Th 2004, agen properti menjadi profesi yang sangat diminati. Menjual properti begitu mudah, demikian kesannya. Tampaknya dua tahun terakhir fenomena itu telah berakhir.

Walaupun kondisi pasar properti sedang menurun, peluang sukses sebagai agen properti profesional tetap besar. Banyak bukti menunjukkan agen properti tetap mampu meraih penghasilan yang baik. Dilihat dari penampilan agen properti yang semakin meyakinkan. Fasilitas transportasi dan komunikasi yang digunakan. Kantor-kantor agen properti yang modern dan bagus.

Ada beberapa alasan menunjukkan agen properti profesional sebagai profesi yang menjanjikan. Properti adalah kebutuhan primer bagi setiap orang. Pasar properti besar dan luas. Dari jual-beli dan sewa menyewa. Properti untuk kebutuhan pribadi, komersial dan industrial.

Hasil yang besar diperoleh dari transaksi properti, karena nilai transaksinya juga semakin tinggi. Market share Agen properti juga terus bertambah. Pandangan masyarakat terhadap agen properti semakin positif. Situasi pasar yang melemah, menyulitkan orang memasarkan propertinya sendiri.

Pengembang sebagai pemain properti, makin mendekat ke agen properti profesional dengan tujuan memperbesar pasar. Menarik minat pembeli di pasar sekunder. Pelayanan agen properti makin baik. Pengetahuan dan ketrampilan agen properti juga lebih profesional. Pengembang berani memberi komisi yang semakin besar pada agen properti.

Properti sebagai investasi. Dengan situasi pasar properti yang lesu, investor yang berpengalaman justru membeli. Harga properti menjadi murah untuk investasi jangka panjang. Agen properti memainkan peran yang penting untuk mengedukasi investor maupun end-user.

Pekerjaan agen properti sebenarnya melayani kebutuhan yang timbul secara alamiah. Rumah adalah kebutuhan primer bagi semua orang. Bisa beli atau sewa, yang pasti semua orang harus tinggal dalam rumah. Tentu dengan pengetahuan dan keahliannya agen properti akan mengarahkan.

Potensi pasar yang besar. Jumlah agen properti profesional masih terbatas. Kebutuhan dari masyarakat yang ingin menjual, membeli dan menyewa. Investor menginginkan informasi yang cepat. Pengembang berebut pasar. Semua menjadikan agen properti bagai primadona.

Situasi ini sangat menguntungkan agen properti. Kesempatan menjadi agen properti juga terbuka lebar. Semua kantor agen properti dengan nama franchise melakukan perekrutan. Bagaimana memilih yang terbaik ? Perhatikan hal berikut, brand, training, jaringan, produk, servis dan keunggulan fasilitas kantornya. Managemen dan leadership juga penting.

Secara umum agen properti profesional yang sukses kebanyakan adalah wanita. Paling tidak, lebih banyak wanita yang berhasil dibanding agen properti yang pria. Nampaknya, memang dibidang sales beberapa karakter wanita sangat dibutuhkan.

Agen properti memang dituntut seperti sales dibidang yang lain. Lebih persuasif tercermin dari sikap sabar dan empati. Wanita mampu memainkan peran, sehingga tampil lebih menarik. Dalam berkomunikasi juga lebih mengesankan. Kastemer kadang perlu diedukasi, butuh informasi detail. Wanita lebih trampil dalam hal-hal itu. Kelemahan wanita dalam bidang properti adalah dalam pemahaman denah dan mengenal jalan. Secara alamiah pria lebih unggul dalam ketrampilan ruang. Selebihnya wanita lebih baik.

Pertanyaannya, mengapa begitu banyak agen properti gagal ? Kurang berhasil dalam mencetak transaksi. Mentalitas orang sales menjadi penyebab utama. Kemalasan, tidak fokus, ingin hasil yang instan. Keengganan memberikan layanan yang baik. Kurang semangat bersaing dalam pengetahuan properti dan ketrampilan profesional. Mengambil keuntungan yang tidak sah. Mengkhianati kantornya.

Kesalahpahaman juga terjadi terhadap agen properti profesional. Mark-up harga transaksi. Kebiasaan ini merusak image agen properti. Broker tradisional dulunya mendapat pandangan ?miring? itu. Kantor Agen properti yang profesional seharusnya mencegah terjadinya ?mark up?.

Isu negatif terhadap agen properti wanita juga kurang relevan. Baik orang sales maupun bukan bisa terkait dengan kasus perselingkuhan. Anggapan agen properti kerjanya santai dengan hasil besar juga salah besar. Waktu kerja yang seenaknya, tidak punya etika bisnis.

Pendapat diatas menunjukkan pandangan yang salah dari sebagian orang. Agen properti yang profesional punya waktu kerja yang sangat ketat dan panjang. Dalam bekerja sama antar agen properti etika sangat diperlukan. Menjadi agen properti sangat menarik dan menghasilkan. Pengetahuan tentang properti akan terus bertambah. Ketrampilan dibidang sales akan meningkat melalui training. Penghargaan-penghargaan juga menanti Anda. Perjalanan keluar negeri menjadi hiburan. Kebanggaan sebagai sales yang sukses adalah hak Anda. Tunggu apa lagi !

Artikel lain

Pemasaran Proyek Properti Primary : Antara Investor dan End User


Tarik Ulur Pajak PPh & BPHTB


Harga Pasar Tanah 2016


Kaya Tanpa Bayar Pajak


Amnesti Pajak VS Market Properti


15 Strategi Agen Properti Profesional


Analisa Pasar Properti 15 Tahun Terakhir (2000 - 2015)


The art of motivation


The Art of Negotiation


The 6 Reasons Why Most Training Do Not Work (Long Term) And What To Do Next...


Selling To Tough Customer


Bahasa Tubuh


Berhenti Belajar = Langkah Mundur


7 Kesalahan Besar dari Marketing Associate ERA


7 Pesan Menghindari Stress


15 "Kualitas Pribadi" Agen Properti Profesional.


15 Strategi Agen Properti Profesional


7 Faktor Anda Gagal Dalam Presentasi Listing


7 Alasan Orang Tidak Membuat Goal (Target)


Skrip Prospekting yang Persuasif


Goal Untuk Meraih Sukses 2010


Kewajiban Pajak Agen Properti


15 Pertanyaan Penting Bagi Agen Properti Yang Ingin Menjadi TOP AGENT


Investasi Properti Melalui KPR


Investasi Properti Tanpa MODAL, Membeli Properti TANPA UANG. Apa bisa ?


Menghitung Keuntungan Investasi Properti 25 Tahun Terakhir, Terkait Dengan Peraturan Pajak


Ada Apa Dengan Managemen Waktu Kita?


Kiat Agen Properti Menghadapi Tantangan Bisnis 2009


Tinjauan Pasar Properti Triwulan III 2008 di Surabaya


Keterkaitan Transaksi Properti dan Perpajakan.


Follow Up Calls


MENGHITUNG PAJAK AGEN PROPERTI (FREE LANCE AGENT)


AGEN PROPERTI MENGHADAPI PERUBAHAN " IKLAN DI KORAN KE IKLAN DI INTERNET "


Ringkasan Seminar Pajak


Tinjauan Pasar Properti Triwulan II 2008 Di Surabaya


Agen Properti Yang Segar .... :)


Saatnya Agen Properti Berbagi Peran


Agen Properti Serius dan Agen Properti "GAMPANGAN"


Tinjauan pasar properti triwulan I 2008 di Surabaya


Tips Untuk Keamanan Agen Properti


Penghambat Utama Orang Sales Untuk Berhasil


7 Kelemahan Agen Properti


Mengapa Penjual Harus Memilih Anda


Representasi Dari Pembeli Sebagai Buyer Agent


Self Talk : Patut Direnungkan Oleh Seorang Agen Properti


Peluang dan Tantangan Agen Properti


Profesi Sales, Tantangan dan Peluang Bagi Pencari Kerja di Surabaya


Strategi Sebagai Agen Properti Suatu Daerah


Mengapa Agen Properti Mudah "Dikhianati" Kliennya?


Memahami Keberatan Terhadap Agen Properti


Rahasia Referal


Kiat Agen Properti di Tengah Pasar Properti yang Kurang Bergairah.


Anda Agen yang Membosankan?